Viral! Obat Kadaluarsa Menyebabkan Ibu Hamil Keracunan. Begini Solusinya agar Tidak Terjadi Kembali!
Sumber : diction.id
Kabar ibu hamil yang
keracunan akibat mengonsumsi obat yang telah kadaluarsa beberapa tempo lalu
menjadi tamparan bagi kita semua. Di satu sisi, kejadian ini jelas disebabkan
karena kelalaian tenaga medis yang bertugas pada saat itu, namun di sisi lain
ini menjadi pelajaran bagi banyak orang. Dilansir dari megapolitan.kompas.com,
Ibu Novi Sri Wahyuni, wanita 21 tahun sempat mengalami pusing, mual, perut
melilit, hingga muntah-muntah setelah meminum vitamin B6. Kasus ini menyebar
sedemikian cepat tak lama sehabis korban melaporkan Puskesmas Kelurahan Kamal
Muara atas kejadian ini.
Seyogyanya, hal ini dapat dicegah dengan memiliki pemahaman
tentang cara penggunaan obat yang benar. Di
bawah ini adalah beberapa cara penggunaan obat yang benar, yakni sebagai
berikut.
A. Bacalah petunjuk penggunaan obat pada kemasan obat
Penggunaan
obat tergantung dari jenis sediaannya masing-masing. Sebagai contohnya adalah
obat minum yang berbentuk kapsul atau tablet. Tablet antasida diminum sebelum
makan karena harus dikonsumsi dalam keadaan lambung kosong. Sedangkan sirup
dianjurkan untuk dikocok terlebih dahulu. Ini perlu dilakukan agar komposisi
obat yang ada di dalamnya tercampur dengan baik.
B. Periksa tanggal kadaluarsa obat dan kondisi obat
saat menerima obat dari petugas farmasi
Tanggal kadaluarsa obat
adalah waktu yang tertera pada kemasan yang menunjukkan
batas waktu diperbolehkannya obat tersebut dikonsumsi karena diharapkan masih
memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Tanggal kadaluarsa obat umumnya tertera pada kemasan obat. Saat menerima obat dari
petugas farmasi, usahakan dengan memastikan obat dalam keadaan baik, tertutup rapat
dalam kemasan.
C. Waspada pada saat ingin meminum obat
Meskipun saat menerima obat sudah
mendapati obat dalam keadaan baik, ada baiknya kita memperhatikan kembali
keadaan obat yang akan diminum. Jika sediaan berbentuk tablet, obat tidak dalam keadaan yang terbelah atau berubah
warna. Jika sirup, botol masih tertutup rapat. Perlu diwaspadai bahwa tanda
obat sudah kadaluarsa adalah berubah rasa, warna serta baunya.
Obat yang sudah
melewati waktu kadaluarsa bisa beralih menjadi toksin atau racun karena
berkurangnya stabilitas obat. Kelalaian penggunaan obat terkait hal ini
mengurangi keefektifan fungsi kandungan obat. Pasien yang diharapkan segera
sembuh justru mengalami sakit berkepanjangan. Belum lagi antibiotik yang dapat
menyebabkan resistensi obat alias kebal obat. Ketika resistensi obat terjadi
maka penyakit yang ditimbulkan akan lebih serius.
Penggunaan obat yang
benar tidaklah rumit, hanya saja kita sebagai pasien yang cerdas dituntut untuk
lebih teliti mengonsumsi obat terlebih jika obat tersebut ditujukan pada bayi
atau balita kita sendiri. Bayi tentu lebih rentan atas efek samping obat yang
telah melewati masa kadaluarsanya. Yuk, kita mulai sedari detik ini menjadi
lebih bijak dalam penggunaan obat! Semakin kita bijak menggunakan obat, maka
akan semakin berkurang kasus kesalahan penggunaan obat yang tidak diinginkan.

0 komentar :
Posting Komentar