Salah kaprah! Begini seharusnya menyimpan obat yang benar!
Sumber
gambar : doktersehat.com
Menjadi hal yang lumrah bagi kita apabila
sakit, memutuskan berobat. Melakukan hal terbaik untuk kembali sehat. Setiap
orang memiliki pilihannya masing-masing. Hingga saat ini masih kita temui,
sebagian orang yang tetap memilih mengobati dirinya sendiri dengan racikan
leluhur turun temurun. Adapula yang tetap enggan berkonsultasi dengan dokter
karena meyakini lama-kelamaan sakitnya akan sembuh sendiri hanya dengan mengistirahatkan
badannya saja. Pilihan lain yang tak kalah jarang dilakukan bagi si sakit
adalah menyegerakan diri pergi menuju fasilitas kesehatan yang terdekat.
Langkah-langkah
tersebut mudah saja dilakukan jika kitalah yang sakit, namun bagaimana jika
penyakit dengan ‘bandel’-nya menyerang buah hati kita? Tentu kita akan secepat
mungkin menemui dokter bukan? Seusai tuntas ditangani dokter, maka hal yang tak
kalah penting lainnya adalah menjaga obat tetap dalam keadaan baik untuk
diminum sampai minimal anak kita sembuh dari penyakitnya. Tentu menjadi
tanggung jawab bagi orang tua untuk memahami bagaimana cara menyimpan obat yang
benar. Realitanya, saat ini masih masih
ada saja masyarakat yang menyimpan obat di dalam kulkas. Salah kaprah! Tidak
semua obat baik untuk disimpan dalam suhu kulkas. Berikut ini cara penyimpanan
obat yang benar :
A. Simpan
obat sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan obat tersebut
Setiap jenis sediaan obat memiliki
ketentuan penyimpanan masing-masing. Bentuk sediaan obat kapsul dengan sirup
tentu berbeda. Menjadi hal yang penting bagi kita untuk lebih teliti
memperhatikan brosur atau leaflet yang umumnya dilampirkan pada kemasan
sekunder obat. Tak jarang cara penyimpanan obat juga tertulis pada kemasan
primer obat, misal pada botolnya. Jika memang diarahkan untuk disimpan pada
lemari pendingin, maka jangan sesekali meletakannya pada freezer.
B. Jauhkan
dari sinar matahari langsung, lembab dan suhu tinggi
Bila
lokasi penyimpanan obat terkena paparan panas dan dingin sehingga menyebabkan
obat-obatan dapat berubah secara fisik, maka obat berpotensi kehilangan khasiat
atau bahkan mengancam kesehatan bagi yang mengonsumsinya. Maka dari itu,
disarankan obat disimpan pada tempat yang terlindung dari cahaya matahari.
Selain itu, obat dengan sediaan kapsul tidak dianjurkan diletakkan pada tempat
yang lembab karena kapsul bersifat higroskopis, yakni mampu menyerap air. Jika
kapsul diletakkan pada tempat yang lembab, maka obat akan rusak.
Hal
lain yang harus diperhatikan adalah suhu penyimpanan. Ketika disimpan di dalam
kulkas, maka suhu penyimpanan obat di bawah 8⁰ C dan itu malah membuat obat
menggumpal. Jika dikonsumsi obat yang sudah menggumpal ini, maka berakibat pada
efektivitas obat. Obat tidak bisa sembarangan disimpan dan suhu penyimpanan obat tidak bisa disamaratakan
satu dengan yang lainnya.
C. Jauhkan
obat dari jangkauan anak-anak
Obat sebaiknya diletakkan pada lemari tertutup
yang terkunci rapat sehingga tidak mudah dijangkau oleh anak-anak dan
mengurangi angka kejadian penyalahgunaan obat oleh ketidaktahuan anak-anak.
D. Simpan
obat dalam kemasan asli dengan etiket yang masih lengkap
Dalam
hal ini, jika obat tidak habis dikonsumsi, usahakan bagian obat dalam bentuk
kemasan strip yang tersisa adalah bagian yang tercantum tanggal kadaluarsanya
sehingga saat akan dikonsumsi di waktu yang lain tidak akan melewati waktu
kadaluarsa. Obat tetap aman diminum.
Itulah beberapa langkah penyimpanan obat yang
benar. Sudahkah Anda sebagai orang tua menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari? Tidak bisa dipungkiri, kita sebagai orang tua adalah gerbang bagi
kesembuhan sang anak. Campur tangan kita memang diwajibkan ada pada setiap
langkah keselamatan anak kita sendiri. Jika anak kembali sehat, maka kitalah
yang bahagia bukan? Yuk, Jadilah orang tua yang cerdas menyimpan obat!

0 komentar :
Posting Komentar